Sekolah di Indonesia punya cara yang beda-beda dalam mengajarkan pelajaran. Ada yang pakai kurikulum biasa, yang disebut kurikulum konvensional, dan ada juga yang pakai kurikulum dengan fokus kesenian. Tapi, apa sih bedanya?

Kurikulum konvensional biasanya lebih banyak ngajarin pelajaran seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS. Sementara kurikulum dengan fokus kesenian ngajarin hal yang sama, tapi ditambah pelajaran seni seperti menggambar, menari, musik, dan teater.

Keduanya sama-sama penting, tapi cocoknya untuk anak yang punya minat dan bakat yang berbeda. Yuk, kita pelajari lebih lanjut supaya makin ngerti!

Baca juga: Ternyata Belajar Musik Bisa Bikin Otak Lebih Pintar, Yuk Cari Tahu!

Kalau kamu suka angka dan logika, mungkin kamu cocok dengan kurikulum konvensional. Tapi kalau kamu suka tampil, menggambar, atau membuat karya, kurikulum seni bisa jadi tempat yang tepat buat berkembang.

Perbedaan Utama Antara Dua Jenis Kurikulum

  1. Kurikulum konvensional lebih banyak fokus pada pelajaran akademik seperti Matematika dan IPA.

  2. Kurikulum kesenian memberi ruang lebih besar untuk pelajaran seni seperti musik, tari, dan lukisan.

  3. Dalam kurikulum konvensional, nilai ujian jadi ukuran utama. Tapi di kurikulum seni, proses dan kreativitas juga dinilai.

  4. Kurikulum konvensional cocok untuk anak yang suka belajar teori. Kurikulum seni cocok buat anak yang suka berkarya.

  5. Kegiatan di kurikulum seni sering pakai praktik langsung, sedangkan kurikulum konvensional lebih banyak di kelas.

Setiap kurikulum punya kelebihan masing-masing. Yang penting adalah tahu apa yang paling cocok dengan cara belajar dan minat kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *